Jumat, 31 Maret 2017

Gerakan Pemuda Ansor Cabang Tanah Laut Gelar PKD III

Tanah Laut, Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Pada hari Jumat 4 September 2015 bertempat di Pondok Pesantren Mujahidin Takisung Pengurus Cabang gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tanah Laut Gelar Pelatihan Kepemimpinan Tingkat dasar ( PKD ) selama tiga hari dari tanggal 4 - September 2015.

Turut hadir dalam acara pembukaan PKD ini Staf Ahli Bidang SDM HMNoor, Ketua Tanfidziah NU Kabupaten Tanah Laut H Hasan Basri dan Ketua PW Ansor Harunur Rasyid beserta jajaran pengurus Ansor Kalimantan Selatan.

Gerakan Pemuda Ansor Cabang Tanah Laut Gelar PKD III (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Pemuda Ansor Cabang Tanah Laut Gelar PKD III (Sumber Gambar : Nu Online)


Gerakan Pemuda Ansor Cabang Tanah Laut Gelar PKD III

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tanah Laut Umar Sazali yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mujahidin. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja pertama setelah dia terpilih menjadi ketua Ansor Tanah Laut sebulan yang lalu. Peserta PKD ini diambil dari seluruh Pengurus Anak Cabang se-kabupaten Tanah Laut serta Pengurus Cabang yang terpilih yang belum mengikuti PKD.

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Ketika ditanya kenapa PKD ini dilaksanakan di pesantren tidak di hotel maupun gedung pertemuan, Umar menjawab ini merupakan khittah ketua umum GP Ansor Nusron Wahid agar mengembalikan kegiatan Ansor ke pesantren, ujarnya.

Sementara itu ketua perngurus Cabang NU Kabupaten Tanah Laut H Hasan Basri dalam sambutannya sangat gembira atas semangat yang telah ditunjukan oleh pengurus cabang GP Ansor yang dalam kurun waktu satu bulan terpilih sudah bisa melaksanakan kegiatan yang sangat penting dalam pengkaderan kader-kader NU di masa yang akan datang.

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Sedangkan bupati Tanah Laut dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bid SDM M. Noor menyambut baik insiatif GP Ansor yang telah melaksanakan kegiatan PKD ini yang sangat positif dalam membangun generasi muda ke depan, pemuda sebagai agen perubahan dan pewaris sah bangsa ini, kegiatan ini pula berkorelasi dengan pembangunan yang dilaksanakan untuk memajukan Kabupayen Tanah Laut yang Berkemajuan, Kampiun, Relejius, Akuntabel, dan Terunggul (Tanah Laut Berkarakter)

Bupati juga berharap agar peran pemuda dalam pembangunan di Tanah Laut terus ditingkatkan, apalagi GP Ansor sebagai organisasi keagamaan yang menyediakan generasi muda yang berakhlakul karimah. Red: Mukafi Niam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62023/gerakan-pemuda-ansor-cabang-tanah-laut-gelar-pkd-iii

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Kamis, 16 Februari 2017

Bongkar 5 Kabar Hoax Seputar Demo 4 November 2016

Rabithah Ma'ahid Islamiyah - Banyak bertebaran berita palsu atau berita hoax yang dibuat oleh orang-orang yang membela demontran. lagi-lagi, umat Islam yang tercoreng akibat ulah sebagian oknum yang tidak tahu bahwa ada kepentingan politik besar dibalik demo 4 November 2016.

Bongkar 5 Kabar Hoax Seputar Demo 4 November 2016
Bongkar 5 Kabar Hoax Seputar Demo 4 November 2016


Kita harus mempertanyakan niat tulus aksi demo kemarin, murni lillahi ta'ala atau karena ada pesanan. Kalau murni membela agama, mengapa harus ada hoax. Tidak tahu atau memang sengaja ingin mendapatkan pengakuan publik agar aksinya disebut benar sepenuhnya. Berikut hoax yang beredar di dunia maya. Fitnah tanpa tedeng aling-aling:

1. Hoax Provokator Orang Nasrani

Hoax keji pertama adalah yang mengatakan oknum provokator warga Nasrani, bahkan sampai mengarang cerita "ditemukan KTP provokator agama Katolik".

Berdasarkan foto, teridentifikasi anggota HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) sedang memukul aparat menggunakan kayu / bambu. Sudah dibuat Duta Islam beritanya. Klik Mahasiswa Unas Beratribut HMI Disebut Ratu Adil Terdepan Memicu Kerusuhan. Ini gambar hoax nya dari Jonru.

2. Hoax Provokator Wartawan (dari Azzam Mujahid Izzulhaq)

Akun facebook Azzam Mujahid Izzulhaq sempat menebar hoax wartawan Kompas TV sebagai pelaku provokator yang menyamar dan menyusup.

Namun setelah diklarifikasi Kompas TV, Azzam mengakui salah karena telah menebar hoax, dan meminta maaf kepada Kameramen Muhammad Guntur sebagai berikut:

"Dengan ini saya, Azzam Mujahid Izzulhaq, menyatakan bahwa saudara Muhammad Guntur, adalah benar-benar wartawan Kompas dan BUKAN provokator. Atas ketergesaan dan kekeliruan yg saya lakukan, saya memohon maaf yg sebesar-besarnya."

3. Hoax Penjarah Warga Cina

Hoax keji ketiga adalah foto oknum warga etnis Tionghoa yang disebar disertai klaim sebagai pelaku penjarahan minimarket di Penjaringan.

Setelah ditelusuri ternyata foto tersebut diambil dari berita lama tertanggal 5 Agustus 2016 mengenai warga Tiongkok Ilegal di daerah Kedoya.

Ini berita aslinya, yang dibuat orang tak bertanggungjawab untuk memanasi muslimin yang cinta agamanya karena Al-Qur'an, walau sudah dipolitisasi: Warga China Ilegal di Kedoya Sudah Tipu Sejak 5 Bulan Lalu.

4. Hoax Aparat Mendzalimi

Hoax keji keempat adalah "Aparat Bantai Umat Islam" yang ditulis oleh laman page facebook salah satu motor penggerak aksi 4 Nov.

Kenyataan di lapangan aparat kemanan mengambil posisi defensif (bertahan), tidak agresif, bahkan setelah terjadi tindakan anarkis memukuli aparat menggunakan kayu / bambu.

Aparat menggunakan Gas Air Mata sesuai SOP Protap Demo yang mewajibkan pendemo membubarkan diri pada jam 18:00.

Berdasarkan hukum yang berlaku, aparat boleh menggunakan gas air mata apabila pendemo menolak dibubarkan setelah jam 18:00. Aparat sudah benar.

5. Hoax Aktualisasi Jihad Sebagai Perintah Melawan Ahok

Untuk meyakinkan pembacanya, anak-anak yang tergabung dalam NU Garis Lurus menjungkirbalikkan fakta bahwa Aktualisasi Jihad adalah dengan cara melakukan perlawanan kepada kafir. Ini fitnah keji. Silakan simak beritanya: NUGL Berulah, Rapat Akbar Reolusi Jihad Dihasud Jadi Perintah Makar.

Mohon bantuan ngeshare agar hoax-hoax seputar demo politis 4 November 2016 kemarin tidak digunakan untuk mengobarkan api permusuhan SARA lintas etnis, lintas agama dan lintas politik kepentingan. Karena kita tahu, hoax adalah teror informasi. Terima kasih. [Rabithah Ma'ahid Islamiyah/ab]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/11/bongkar-kabar-hoax-seputar-demo-4-november-2016.html

Sabtu, 11 Februari 2017

Al Maidah Ayat 51 Menurut Pakar Tafsir Quraish Shihab

Rabithah Ma'ahid Islamiyah - Seperti diketahui, ayat dari Surah Al-Maidah yang kerap disebut sebagai dalil menolak ‘pemimpin kafir’ itu ialah:

Al Maidah Ayat 51 Menurut Pakar Tafsir Quraish Shihab
Al Maidah Ayat 51 Menurut Pakar Tafsir Quraish Shihab


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi ‘awliya’; sebahagian mereka adalah awliya bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah: 51).

Benarkah ayat di atas menyerukan penolakan “pemimpin kafir”? Menurut pakar tafsir Al-Qur’an Prof. Quraish Shihab, ayat di atas tidaklah berdiri sendiri, namun memiliki kaitan dengan ayat-ayat sebelumnya. Hanya memenggal satu ayat dan melepaskan ayat lain berimplikasi pada kesimpulan akhir. Padahal, Al-Maidah ayat 51 merupakan kelanjutan atau konsekuensi dari petunjuk-petunjuk sebelumnya.

“Konsekuensi dari sikap orang yang memusuhi Al-Qur’an, enggan mengikuti tuntunannya…”

Pada ayat sebelumnya, Al-Qur’an diturunkan untuk meluruskan apa yang keliru dari kitab Taurat dan Injil akibat ulah kaum-kaum sebelumnya. Jika mereka – Yahudi dan Nasrani, enggan mengikuti tuntunan Al-Qu’ran, maka mereka berarti memberi ‘peluang’ pada Allah untuk menjatuhkan siksa terhadap mereka karena dosa-dosa yang mereka lakukan.

“Jadi, mereka dinilai enggan mengikuti tuntunan Tuhan tapi senang mengikuti tuntunan jahiliyah,” kata Quraish Shihab dalam pengajian Tafsir Al-Qur’an di salah satu stasiun TV swasta.

Lalu, dilanjutkan oleh ayat 51 surat Al-Maidah. Kalau memang seperti itu sikap orang-orang Yahudi dan Nasrani – mengubah kitab suci mereka, enggan mengikuti Al-Qur’an, keinginannya mengikuti jahiliyah, – “Maka wahai orang-orang beriman janganlah engkau menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagaiawliya.”

Bagi Quraish Shihab, hubungan ayat ini dan ayat sebelumnya sangat ketat. “Kalau begitu sifat-sifatnya, jangan jadikan mereka awliya. Nah, awliya itu apa?,” tanya Quraish memantik diskusi sebelum mengkaji lebih dalam.

‘Awliya’ ialah jamak atau bentuk plural dari ‘wali’. Di Indonesia, kata ini populer sehingga ada kata wali-kota, wali-nikah dan seterusnya. Wali ialah, kata penulis Tafsir Al Misbah ini, pada mulanya berarti “yang dekat”. Karena itu,waliyullah juga bisa diartikan orang yang dekat dengan Allah.

“Wali kota itu berarti yang mestinya paling dekat dengan masyarakat. Orang yang paling cepat membantu Anda, ialah orang yang paling dekat membantu Anda. Nah, dari sini lantas dikatakan bahwa wali itu pemimpin atau penolong.”

Adapun wali dalam pernikahan – apalagi terhadap anak gadis – sebenarnya fungsinya melindungi anak gadis itu dari pria yang hanya ingin ‘iseng’ padanya. Seseorang yang dekat pada yang lain, berarti ia senang padanya. Karena itu, iblis jauh dari kebaikan karena ia tidak senang. “Dari sini, kata ‘wali’ yang jamaknya ‘awliya’ memiliki makna bermacam-macam.”

Yang jelas, kata jebolan Al Azhar Mesir ini, kalau ia dalam konteks hubungan antar manusia, berarti persahabatan yang begitu kental. Sedemikan hingga tidak ada lagi rahasia di antara mereka. Demikian pula hubungan suami-istri yang dileburkan oleh cinta.

“Dalam ayat ini, jangan angkat mereka –Yahudi dan Nasrani- yang sifatnya seperti dikemukakan pada ayat sebelumnya menjadi wali atau orang dekatmu. Sehingga engkau membocorkan rahasia kepada mereka.”

Dengan demikian, ‘awliya’ bukan sebatas bermakna pemimpin, kata Quraish Shihab. “Itu pun, sekali lagi, jika mereka enggan mengikuti tuntunan Allah dan hanya mau mengikuti tuntunan Jahiliyah seperti ayat yang lain.”

Contohnya, jika mereka juga menginginkan kemaslahatan untuk kita, boleh tidak kita bersahabat? Quraish Shihab kembali bertanya, jika ada pilihan antara pilot pesawat yang pandai namun kafir dan pilot kurang pandai yang muslim, “pilih mana?” sontak jamaah yang hadir pun tertawa.

Atau, pilihan antara dokter kafir yang kaya pengalaman dan dokter muslim tapi minim pengalaman. Dalam konteks seperti ini, bagi Quraish Shihab, tidak dilarang. Yang terlarang ialah melebur sehingga tidak ada lagi perbedaan termasuk dalam kepribadian dan keyakinan. Karena tidak ada lagi batas, kita menyampaikan hal-hal yang berupa rahasia pada mereka. “Itu yang terlarang,” tegasnya.

Namun, kalau pergaulan sehari-hari, dagang, membeli barang dari tokonya dan sebagainya, tidaklah dilarang. Selanjutnya, ayat ini berbicara tentang sebagian mereka adalah awliya bagi sebagian yang lain. Artinya, sebagian orang Yahudi bekerjasama dengan orang Nasrani yang walaupun keduanya beda agama namun kepentingannya sama, yaitu mencederai kalian.

Oleh sebab itu, Al-Qur’an berpesan, “Siapa yang menjadikan mereka itu orang yang dekat, yaitu meleburkan kepribadiannya sebagai muslim sehingga sama keadaannya (sifat-sifatnya) dengan mereka, oleh ayat ini diaggap sama dengan mereka,” jelas Quraish.

Terakhir, Allah tidak memberi petunjuk pada orang-orang zalim. Menurut Quraish Shihab, petunjuk ada dua macam; umum dan khusus. Petunjuk khusus itu, memberi tahu dan mengantar. Allah memberi tahu kepada semua manusia tentang ini baik dan itu buruk tapi tidak semua diantar oleh-Nya.

Di sisi lain, ada yang tidak sekedar diberitahu jalan baik, namun juga diantar jika orang itu menginginkan. Meski demikian, Allah tidak memberi petunjuk khusus mereka yang tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya. [Rabithah Ma'ahid Islamiyah]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/10/al-maidah-ayat-51-menurut-pakar-tafsir-quraish-shihab.html

Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur

Rabithah Ma'ahid Islamiyah - Presiden Joko Widodo selalu berusaha meneladani sikap hidup dan laku perjuangan Alm. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang sejalan dengan misi utama kelahiran Nabi Muhammad SAW, dalam menuntun manusia menuju akhlak mulia dan menebarkan rahmat bagi seluruh alam.

Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur
Cerita Jokowi Diberi Peci Mantan Presiden Gus Dur


Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam peringatan Haul Ke-7 K.H. Abdurrahman Wahid sekaligus Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H yang digelar pada Jumat, 23 Desember 2016, di Komplek Al-Munawwaroh, Jalan Warung Silah No. 10, Ciganjur, Jakarta Selatan.

"Meneladani ketulusan beliau yang menjaga silaturahim, melampaui sekat-sekat primordial yang ada. Meneladani kesederhanaan beliau, meneladani kesukarelaan beliau dalam melayani masyarakat, dan kerelaan berkorban untuk bangsa dan negara sampai akhir hayatnya," ujar Presiden Joko Widodo.

Terlebih lagi Presiden teringat dengan peristiwa ketika Ibu Sinta Nuriyah, istri Gus Dur memberikan peci yang biasanya dipakai Gus Dur pada hari Kamis, 26 September 2013, di Wahid Institute. Tapi sayangnya peci itu disimpan Presiden di Solo. “Jadi tidak bisa saya pakai tahun ini. Insya Allah tahun depan," kata Presiden.

"Pada khaul 7 tahun wafatnya Gus Dur sekarang, pemberian peci itu menjadi pengingat-ingat buat saya, menjadi pengingat-ingat buat kita semua untuk selalu berusaha meneladani Gus Dur,” ucap Presiden.

Menurut Presiden Joko Widodo, Gus Dur yang wafat pada 30 Desember 2009 lalu, dalam sepanjang hidupnya selalu menekankan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali, milik bersama, bukan milik golongan dan bukan milik perseorangan.

“Saya percaya Gus Dur pasti gemes gregetan kalau melihat ada kelompok atau orang-orang yang meremehkan konstitusi, yang mengabaikan kemajemukan kita, yang memaksakan kehendak dengan aksi-aksi kekerasan, radikalisme, terorisme,” ujar Presiden.

Melihat situasi sekarang ini, lanjut Presiden, bangsa Indonesia seharusnya merasa bersyukur. Ketika banyak negara lain goyah mencari pedoman hidup, bangsa Indonesia memiliki Pancasila. “Ketika negara-negara lain kebingungan mencari panduan berbangsa dan bernegara, kita mempunyai Pancasila.

Seharusnya kita bisa membangun lebih cepat, bergerak lebih cepat, sehingga kita bisa menjadi negara pemenang, agar kita menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian,” kata Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo juga mengagumi sikap optimisme Gus Dur dalam memandang bangsa Indonesia ke depan. “Gus Dur itu selalu optimis dalam memandang Indonesia ke depan. Tidak kagetan, tidak gumunan. Itu Gus Dur,” ucap Presiden.

Bahkan dalam menyelesaikan permasalahan bangsa, Gus Dur selalu berpegang teguh pada sebuah kaidah fiqih 'Yassirru wala Tuasirru' yang memiliki makna permudahlah dan jangan dipersulit.

"Ketika mengambil keputusan yang rumit, saya suka teringat kata-kata beliau (Gus Dur), 'Gitu saja kok repot!?," ucap Presiden Joko Widodo.

Dalam Haul ke-7 kali ini Presiden Joko Widodo berkesempatan menyaksikan pembacaan dan penandatangan Ikrar Damai Ummat Beragama Indonesia oleh 9 Pemuka Agama, sebagai bentuk persatuan atas kemajemukan negara Indonesia.

Presiden Ingatkan Pesan Gus Dur pada Cagub DKI Jakarta Sebagai sosok yang dicintai berbagai kalangan masyarakat, peringatan Haul ke-7 Gus Dur dihadiri pula oleh sejumlah pimpinan lembaga negara, tokoh masyarakat, pemuka agama, para kyai, para ulama hingga para santri. Namun, tiga pasang calon Gubernur DKI Jakarta yang akan berkompetisi dalam Pilkada DKI 2017 mendatang juga tampak hadir di tengah para undangan.

Atas permintaan para undangan, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri mengabsen kehadiran ketiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta tersebut. Ketiga cagub dan cawagub yang hadir adalah Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, serta Anies Baswedan.

"Nih sekarang hadir disini tiga calon pasangan calon Gubernur DKI hadir semuanya. Diabsen dulu, katanya tadi yang di sana minta di absen. Silahkan berdiri semuanya," ujar Presiden Joko Widodo. Melihat keakraban ketiganya, Presiden Joko Widodo pun mengapresiasi solidaritas dan kerukunan yang ditunjukkan oleh ketiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta.

"Lha mbok ya begitu yang rukun, wong kita ini kan saudara, saudara sebangsa dan setanah air. Persaudaraan itu yang diajarkan oleh Gus Dur," ucap Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakil Presiden RI ke-11 Boediono, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto dan Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid serta Yenny Wahid selaku tuan rumah. [Rabithah Ma'ahid Islamiyah]

Keterangan:

Laporan diatas ditulis oleh Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, 23 Desember 2016.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/cerita-jokowi-diberi-peci-mantan-presiden-gus-dur.html

Panglima ISIS Indonesia Ini Dirikan Pusat Ruqyah Untuk Danai Operasinya

Rabithah Ma'ahid Islamiyah - Foto di atas, yang berbaju batik adalah Ustad Adam Amrullah, salah satu panglima baru ISIS (Indonesia), di sebelah kanannya (jaket cokelat) adalah Ustadz Perdana Ahmad, salah satu mujahidin dalam perang Poso dan Ambon.

Panglima ISIS Indonesia Ini Dirikan Pusat Ruqyah Untuk Danai Operasinya
Panglima ISIS Indonesia Ini Dirikan Pusat Ruqyah Untuk Danai Operasinya


Mereka tergabung dalam Islamic State of Indonesia Syar'i (ISIS). Prinsip politiknya: Tauhid wal Jihad. Mereka menyatakan bahwa: 1. Presiden Thogut, 2. Panglima TNI Thogut, 3. Kapolri Thogut, 4. Pancasila Thogut, 5. Bendera Merah Putih Thogut.

Siapa Adam Amrullah?



Adam Amrullah yang tak lain adalah pengisi acara Ruqyah di salah satu stasiun televisi nasional menyebut dirinya sebagai panglima baru ISIS di Indonesia.

Amrullah menjelaskan kalau mereka adalah yang mendirikan pusat-pusat ruqyah sebagai sarana dakwah dan mendapatkan maisyah untuk ongkos jihad menegakkan syariat Islam di Indonesia serta untuk mengirim mujahidin ke wilayah konflik.

“Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia, tetapi kita belum dapat menegakkan syariat Islam karena negara ini dipimpn oleh thagut, dari presiden sampai dengan gubernur, kapolri, panglima TNI, bupati, camat, kepala desa, bahkan juga ketua RT, tidak sedikit mujahid yang menjadi syahid karena laporan ketua RT atas keberadaan sahabat-sahabat kita,” tegas Amrullah.

“Namun, hal tersebut bukanlah menjadi pemupun semangat jihad kami, itu merupakan cambuk penyemangat. Setiap nyawa seorang polisi, tentara ataupun para pejabat pemerintah dari Ketua RT sampai dengan Presiden menjadi balasan surga di sisi Allah SWT. Janji Allah itu pasti, Allahu Akbar,” teriak Amrullah dengan penuh semangat. [Rabithah Ma'ahid Islamiyah]

Atribut ISIS: Sang ustadz selfie bersama anggota ISIS Indonesia lainnya

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/panglima-isis-indonesia-ini-dirikan-pusat-ruqyah-untuk-danai-operasinya.html

Dalam Perang Timteng, Jika Anda Sudah Memihak Salah Satu, Ini Akibatnya

Rabithah Ma'ahid Islamiyah - Terkait konflik di Timur Tengah, utamanya di Suriah, saya memiliki kesimpulan, hasil dari pelbagai diakusi, baik di WhatsApp, live (bertemu fisik), grup maupun privat dengan beberapa kolega, teman, dan lainnya. Kesimpulan tersebut saya ambil dari peristiwa yang pernah terjadi di Indonesia, adapula dari Arab Spring.

Dalam Perang Timteng, Jika Anda Sudah Memihak Salah Satu, Ini Akibatnya
Dalam Perang Timteng, Jika Anda Sudah Memihak Salah Satu, Ini Akibatnya


Berdasarkan pengalaman saya pribadi ketika hidup dan bergaul dengan warga di Saudi Arabia pada tahun 2011 dan di Syams pada tahun 2013, ada baiknya kita melihat dulu siapa yang menjadi target habis dalam sebuah konflik perang antar saudara.

Para pemuja konflik (saya akan menyebut orang-orang ini dengan julukan shahibul qitaal), dalam kesimpulan saya, mereka ini memang sepertinya mendukung salah satu pihak, tapi, pada hakikatnya, yang mereka dukung itu adalah konflik itu sendiri, bukan perdamaian.

Mengapa? Fakta menunjukkan, orang yang menjadi target utama pembantaian mereka rata-rata adalah tokoh moderat, yang terbukti tidak punya keinginan untuk melanjutkan konflik dan peperangan, apalagi mennciptakan konflik susulan.

Lihatlah bagaimana Mohammad Al Mansouri, Imam masjid Mosul itu, dibantai oleh shohibul qital. Syeikh Ramadhan Al Bouthi juga dibom dalam majelisnya. Begitu pula Syeikh Husein Al Bari Alaydrus, Yaman, dibunuh secara sadis oleh shohibul qital. Syeikh Sulaiman Abu Haraz al-Sawariki al-Asya'ri al-Syafii al-Syadzili pun akhirnya menjadi sasaran terbaru pembunuhan shohibul qital, pendamba perang.

Pertanyaannya, apakah nama-nama yang mereka bunuh di atas adalah pendukung salah satu pihak yang sedang berkonflik? Tentu tidak, itu jika kita mau jawab dengan jujur. Mereka adalah pengusung sekaligus pendukung perdamaian. Anda tidak akan menerima jawaban ini jika sudah mendukung salah satu pihak, walau Anda warga negara Indonesia.

Para tokoh yang dibunuh oleh shohibul qital di atas memiliki kesadaran tinggi bahwa perang sesama muslim dengan bungkusan fitnah membabi buta adalah ritual yang paling dikehendaki dan diridloi oleh Iblis. Dalam perang saudara, baik lawan maupun kawan, sama-sama ada teriakan Allahu Akbar, tapi, bagi saya, mereka tidak ada yang syahid karena yang dibunuh adalah saudara sendiri-seiman.

Jadi, kalau Anda punya pertanyaan tentang siapa yang harus dibela dalam pusaran setiap konflik, saya sarankan Anda membela perdamaian. Mengapa? Islam tidak akan mulia bila hanya dibangun dari ujaran penuh fitnah seperti ISIS dan semua bentuk kekerasanya.

Islam juga tidak akan mulia ketika kita takut untuk bersaing dengan negara lain, target dunia lain, jenis kuasa lain. Persaingan tidak bisa dihindari mengingat sudah ada perjanjian kerjasama dengan di tingkat dunia, bersama masyarakat dunia.

Islam juga tidak akan mulia kalau kita menjadi hamba aseng (Jepang), asing (Barat) dan acong (Tiongkok). Sadarlah, persaingan antar mereka di Indonesia, mengakibatkan konflik di antara kita jika yang kita lakukan hanya menggerutu dan ngambek-ngambek sendiri. Jagalah perdamaian bumi pertiwi ini demi menjaga martabat Islam, bangsa dan negara. Salam waras! [Rabithah Ma'ahid Islamiyah]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/dalam-perang-timteng-jika-anda-sudah-memihak-salah-satu-ini-akibatnya.html

Beredar Surat Gubernur Jabar Larang Tiup Terompet Tahun Baru

Rabithah Ma'ahid Islamiyah - Menjelang pergantian tahun baru 2017, beredar sebuah surat yang tertulis "ditandatangani" oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Rabithah Ma'ahid Islamiyah belum mendapatkan copy teks resmi dengan kop surat lengkap dengan nomor suratnya, namun di akhir edaran surat yang diberi judul "Konsep Surat Edaran Gubernur Jawa Barat" tersebut tertulis 01041438 H/30122016, sebuah angka yang merujuk pada 1 Jumadil Awal 1438 H/ 30 Desember 2016.

Beredar Surat Gubernur Jabar Larang Tiup Terompet Tahun Baru
Beredar Surat Gubernur Jabar Larang Tiup Terompet Tahun Baru


Dalam edaran tersebut, seluruh warga Jabar diajak untuk istirahat lebih awal agar tidak kesiangan bangun untuk shalat Subuh. Itu tertulis di poin yang pertama. Sementara, pada poin kedua, edaran yang bersifat himbauan tersebut mengajak untuk tidak meniup terompet dan tidak membakar petasan. Ini berlaku untuk seluruh muslim dan non muslim.

Selain itu, gubernur juga mengajak agar "tidak mengganggu tetangga yang istirahat dan tidak menggangu orang yang sakit termasuk orang yang kepayahan dengan cara apa pun termasuk budaya tiup terompet dan bakar petasan," tertulis di poin 3 edaran.

Pada poin ke empat, ia mengajak untuk mengentikan budaya meniup terompet di tahun baru. "Saya yakin seluruh warga se-Jawa Barat bahkan seluruh warga NKRI bisa menghentikan budaya niup terompet dan menghentikan membakar petasan ketika pergantian tahun," demikian bunyi di edaran yang viral di grup-grup WhatsApp tersebut.

Himbauan di atas diberi keterangan oleh pembuat pesan sebagai "larangan berlaku mubadzir". Katanya, jika warga jabar mengikuti himbauan ini, masyarakat akan jadi maju. Pesan diakhiri dengan tiup takbir. [Rabithah Ma'ahid Islamiyah]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/beredar-surat-gubernur-jabar-larang-tiup-terompet-tahun-baru.html

Hukum Kesaksian Orang Untuk Jenazah yang Baik dan Tidak Baik

Rabithah Ma'ahid Islamiyah - Kesaksian Untuk Jenazah Yang Baik dan Tidak Baik. Syaikh Syamsuddin ar-Ramli yang juga diberi gelar Syafi'i Shaghir berkata:

Hukum Kesaksian Orang Untuk Jenazah yang Baik dan Tidak Baik
Hukum Kesaksian Orang Untuk Jenazah yang Baik dan Tidak Baik


ﻭﻓﻲ اﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﻋﻦ اﻟﺒﻨﺪﻧﻴﺠﻲ ﺃﻧﻪ ﻳﺴﻦ ﻟﻤﻦ ﻣﺮﺕ ﺑﻪ ﺟﻨﺎﺯﺓ ﺃﻥ ﻳﺪﻋﻮا ﻟﻬﺎ ﻭﻳﺜﻨﻰ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﺃﻫﻼ ﻟﺬﻟﻚ

Dijelaskan dalam kitab Al-Majmu' dari al-Bandaniji bahwa dianjurkan bagi seseorang yang bertemu dengan jenazah untuk mendoakan dan memuji dengan kebaikan, jika tergolong orang baik. Namun sering ditanyakan: "Bagaimana jika di kampung ada yang meninggal, padahal sudah tahu semua kalau dia bukan orang baik?". Jawabnya bagi yang tahu jangan memberi kesaksian, cukup berdiam diri. Hal ini berdasarkan syarah Imam Syibramalisi atas catatan tersebut:

(ﻗﻮﻟﻪ: ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﺃﻫﻼ ﻟﺬﻟﻚ) ﺃﻱ ﻓﺈﺫا ﻛﺎﻧﺖ ﻏﻴﺮ ﺃﻫﻞ ﻓﻬﻞ ﻳﺬﻛﺮﻫﺎ ﺑﻤﺎ ﻫﻲ ﺃﻫﻞ ﻟﻪ ﺃﻭ ﻻ ﻳﺬﻛﺮ ﺷﻴﺌﺎ ﻧﻈﺮا ﺇﻟﻰ ﺃﻥ اﻟﺴﺘﺮ ﻣﻄﻠﻮﺏ، ﺃﻭ ﻳﺒﺎﺡ ﻟﻪ ﺃﻥ ﻳﺜﻨﻲ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺷﺮا ﻛﻤﺎ ﻫﻮ ﻣﻘﺘﻀﻰ اﻟﺤﺪﻳﺚ «ﻣﺮ ﺑﺠﻨﺎﺯﺓ ﻓﺄﺛﻨﻲ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺧﻴﺮا ﻓﻘﺎﻝ ﻭﺟﺒﺖ، ﻭﻣﺮ ﺑﺠﻨﺎﺯﺓ ﻓﺄﺛﻨﻲ ﻋﻠﻴﻪ ﺷﺮا ﻓﻘﺎﻝ ﻭﺟﺒﺖ» ﻭﻟﻢ ﻳﻨﻬﻬﻢ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ؟ ﻓﻴﻪ ﻧﻈﺮ، ﻭاﻷﻗﺮﺏ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﺃﺧﺬا ﻣﻤﺎ ﻳﺄﺗﻲ ﻣﻦ ﺃﻥ اﻟﻐﺎﺳﻞ ﻟﻮ ﺭﺃﻯ ﻣﺎ ﻳﻜﺮﻩ ﻣﻦ اﻟﻤﻴﺖ ﻳﻜﺘﻤﻪ

Jika tidak baik bagaimana, apakah (1) menyebut sesuai keadaan mayit (2) tidak menyebut apapun karena anjuran menutupi aib mayit, atau (3) boleh menyebut keburukannya seperti hadis: "Nabi bertemu dengan jenazah lalu dipuji, Nabi bersabda: "Baginya surga". Nabi juga berjumpa dengan jenazah lain yang dihujat, Nabi bersabda: "Baginya neraka" (HR al-Bukhari) dan Nabi tidak melarangnya.

Pendapat yang lebih kuat adalah No 2. Berdasar dalil bahwa orang yang memandikan mayit hendaknya tidak menceritakan keburukan yang ia temui saat memandikan jenazah" (Hasyiah ala Nihayat al-Muhtaj 2/467) [Rabithah Ma'ahid Islamiyah]

Ma'ruf Khozin, pengasuh Kajian Aswaja Majalah AULA

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/hukum-kesaksian-orang-untuk-jenazah-yang-baik-dan-yang-tidak-baik.html

Dosa-Dosa Buya Yahya

Rabithah Ma'ahid Islamiyah - Masyarakat muslim Cirebon terkenal sebagai warga yang secara kultural bisa hidup damai karena banyak melakukan akulturasi budaya dengan lainnya. Buktinya, hingga sekarang, yang ziarah ke makam Sunan Gunung Jati Cirebon bukan hanya muslim saja. Orang Cina, Konghuchu, Budha juga damai melakukan ritual ziarah ke sana. Jelas, Sunan Gunung Jati adalah simbol pluralisme, cerminan kultur Cirebon.

Dosa-Dosa Buya Yahya
Dosa-Dosa Buya Yahya


Hingga muncullah nama Yahya Arif Zainal, yang disiarkan oleh murid-murid atas pintanya, dipanggil Buya. Sebutan yang tidak lazim bagi seusianya. Kalangan muda NU Cirebon keberatan dengan kehadiran Yahya sejak tahun 2006. Bukan cara dakwahnya yang disoal, namun isi dakwahnya mengusik ketenangan warga, nahdliyyin khususnya.

Dia datang ke Cirebon tidak punya apa-apa. Hingga kemudian ia bertemu dengan salah satu pengurus PBNU yang kaya asal Cirebon. Ia bukan santri, namun melihat Yahya adalah santri yang dianggapnya santun, pintar, ia tertarik membantu.

Orang kaya inilah yang mengajak Yahya berkunjung ke masjid-masjid, komunitas pesantren dan lainnya hingga ia dikenalkan dengan seoarang relasi yang jadi pejabat di Pertamina Cirebon. Dari CSR Pertamina itulah Yahya membangun kekuatan. Sayangnya, Yahya menggunting jaringan langsung ke Pertamina, melupakan orang yang berjasa mengenalkannya hingga kerap menghardik NU di hadapan umum, tempat pengurus PBNU itu berkhidmah.

Di mata ulama Cirebon, ia dianggap telah merusak tatanan tradisi kiai-kiai Cirebon. Selama ini, kiai-kiai Cirebon sepakat tidak pernah mengadakan pengajian di hari Ahad. Tradisi tersebut sudah berjalan puluhan

tahun karena setiap Ahad ada pengajian di Jagastaru, Cirebon yang diasuh Habib Muhammad bin Syech bin Yahya (alm).

Guru Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan ini dianggap sesepuh, berkarakter toleran serta ditokohkan oleh para kiai di Cirebon. Kehadiran Ayib Muh, -panggilan Habib Muhammad bin Yahya-, sangat meneduhkan masyarakat lokal Cirebon.

Kiai-kiai pesantren di Cirebon, baik dari daerah Buntet, Gedongan, Ciwaringin, Ngempek, setiap hari Ahad selalu ngaji, datang langsung majelis ke Ayib Muh. Namun, tiba-tiba Yahya membuat pengajian tandingan di waktu dan hari yang sama.

Atas itu, para kiai muda mengingatkan dan mendatangi Yahya agar tidak mengadakan pengajian di hari tersebut. “Kita sama-sama dakwah, di sana ngaji, kita juga ngaji, kok ngaji saja harus diatur,” jawab Yahya congkak.

Tidak mau diingatkan, lama-lama banyak yang merasa kurang nyaman karena merekrut jama’ahya Ayib Muh. Cara yang dilakukan adalah membayari mobil-mobil rombongan ngaji dari jama’ah yang ada di desa-desa. Itu yang membuat marah kiai-kiai Cirebon pada awalnya.

Etika Yahya inilah yang dianggap para kiai-kiai di kampung tidak sesuai dengan kultur masyarakat muslim Cirebon yang dikenal menghargai dan menjunjung tinggi orang tua serta alim seperti Ayib Muh.

Yahya juga pernah dirangkul untuk masuk jadi pengurus NU struktural. Dijawab olehnya bahwa ia tidak butuh NU. “Saya muslim, silakan yang NU ya NU, saya ya saya, tapi saya Aswaja, sunni namun tidak berorganisasi,” jawabnya.

Bukan hanya oleh pengurus NU ia didatangi dan dirangkul. Menantu Ayib Muh bernama Habib Miqdad Baharun dan Quraish Baharun pun datang ikut menawari masuk jamiyyah NU, namun Yahya tetap menolak. Dalam tradisi santri, hal itu dianggap su’ul adab (tidak berkahlaq), apalagi dia seperti menantang.

Yahya kian gemar menghina NU sejak isu syiah dimunculkan kembali, utamanya disasarkan kepada Kiai Said, ketua PBNU sekarang.

Kejadian itu dimulai sejak keluarga besar NU (KBNU) yang terdiri atas unsur-unsur organisasi semacam IPNU, PMII, Ansor, Fatayat, Muslimat dan lainnya mengadakan peringatan 10 Muharram pada 2008. Di situlah Yahya mulai menyerang Kiai Said karena menghadiri acara yang disebut bermisi syiah tersebut.

Panitia sempat berpindah tempat dari rencana awal di Masjid Agung At-Taqwa Cirebon karena ditolak oleh kelompok Yahya. Mereka menyebut agenda acara itu bagian dari gerakan syiah. Karena tidak ingin terjadi konflik, lokasi kegiatan dipindah ke dalam Keraton.

Pasca kejadian itu, Yahya mulai berani menyerang dengan melontarkan tuduhan tak berdasar kepada publik bahwa NU itu organisasi Syiah. Pada titik ini, anak-anak muda NU di KBNU mulai sangat keberatan dengan kehadiran Yahya. Ia dengan mudah menyerang Kiai Said yang saat ini jadi simbol NU.

Yang kemudian membuat kemarahan anak muda NU itu bertambah adalah munculnya NU Garis Lurus, dimana ada nama Yahya bersedia diangkat sebagai Dewan Syuriah NUGL dengan Luthfi Bashori sebagai Imam Besar nya. Ditawari masuk NU menantang, tapi justru masuk ke barisan sakit hati semacam NUGL.

Celakanya lagi, saat NU sedang membangun dan mensosialisasikan pola ukhuwwah basyariyah dan ukhuwwah islamiyah lewat gerakan Islam Nusantara, Yahya semakin ringan menghina NU dengan menyebut bahwa Islam Nusantara itu seperti babi yang dikemas dalam bentuk kambing. Seorang alim, tapi bicaranya seperti anjing.

Gerakan Yahya ini cukup sistemik. Melalui kendaraan Al-Bahjah, Yahya tidak hanya melakukan gerakan di Cirebon saja, tapi di daerah lain. Ia tidak memusuhi NU secara frontal tapi gerakannya merusak tatanan dan tradisi muslimin di Indonesia. Khususnya NU dan adab santri. Dukungannya atas isu syiah-sunni saja sudah bisa dibaca arah gerakannya ada kaitan dengan Arab.

Sangat mudah jika menyebut Yahya punya jaringan Arab sekaligus misinya mengingat ia lulusan Universitas al-Ahqaf, Yaman Selatan, yang dikenal sebagai titik tumbuhnya Islam non wahabi garis keras dan radikal.

Atas ulahnya itu, Yahya pernah dipanggil 30-an kiai, namun tidak pernah direspon. Tercatat, agenda pemanggilan untuk klarifikasi pernah direncanakan dua kali oleh para kiai. Sebelumnya, sudah puluhan kiai

mendatangi. Hasilnya nihil.

Walau belum pernah menegur secara langsung, anak-anak muda NU di sana sudah puluhan kali mengundang Yahya dalam acara, namun tidak penah satu kali pun hadir. Gemesnya, dia justru sangat bangga diundang kelompok NUGL. Walau tidak pernah melakukan kekerasan fisik, tapi Gusti Allah ora sare.

Semoga setelah kecelakaan, dia sadar atas dosa-dosanya kepada kiai-kiai Cirebon yang cinta Ayib Muh. Penghinaan kepada NU dan Kiai Said juga diharapkan tidak dilanjutkan dalam acaranya yang disebut “ngaji” itu, serta tidak mudah melontarkan caci-maki karena benci.

Sepintar apapun santri, jika tidak tidak menggunakan adab sebagai baju, ia tidak lebih seperti dzubab (lalat). Ya Jabbar ya Qahhar! Menghina NU dan Kiai, fantadziris saa’ah. [Rabithah Ma'ahid Islamiyah/ luqman segaff]

Sumber: Transkip rekaman keterangan Anak Muda NU Cirebon.

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/08/dosa-dosa-buya-yahya.html

Jumat, 10 Februari 2017

Pada Mulanya, Cikal Bakal Pendiri NU, Muhammadiyah dan Masyumi, Satu Sanad Ilmu

Rabithah Ma'ahid Islamiyah - Tulisan di bawah ini adalah rangkuman sejarah sanad intelektual atas pendiri NU, Muhammadiyah, MIAI dan Masyumi yang bersambung sanad ilmunya kepada Syaikhana Kholil Bangkalan. Sudah banyak ditulis oleh sejarawan NU. Ada yang mengategorikan kronologi sejarah di bawah ini adalah sejarah kuno ormas-ormas Islam di Indonesia sebelum KH Ahmad Dahlan wafat.

Pada Mulanya, Cikal Bakal Pendiri NU, Muhammadiyah dan Masyumi, Satu Sanad Ilmu
Pada Mulanya, Cikal Bakal Pendiri NU, Muhammadiyah dan Masyumi, Satu Sanad Ilmu


1. Awal 1900-an 4 murid tamatkan pelajarannya pada Kyai Cholil di Bangkalan Madura. Menyeberangi selat: 2 ke Jombang, 2 ke Semarang.

2. Dua murid yang ke Jombang, 1 dibekali cincin (kakek Cak Nun), 1 lagi KH. Romli (ayah KH. Mustain Romli) dibekali pisang mas.

3. Dua murid yang ke Semarang: Hasyim Asy’ari dan Muhammad Darwis, masing-masing diberi kitab untuk dingajikan pada Kyai Soleh Darat.

4. Kyai Soleh Darat adalah ulama terkemuka, ahli nahwu, ahli tafsir, ahli falak. Keluarga besar RA. Kartini mengaji pada beliau. Bahkan atas masukan Kartini-lah, Kyai Soleh Darat menerjemahkan al-Quran ke dalam bahasa Jawa agar bisa dipahami.

5. Pada Kyai Soleh Darat, Hasyim dan Darwis (yang kemudian berganti nama jadi Ahmad Dahlan tabarruk dengan gurunya Syekh Zaini bin Dahlan, Mufti Syafiiyyah di Tanah Haram) belajar tekun dan rajin, lalu ‘diusir’. Kedua sahabat itu; Hasyim Asy’ari dan Ahmad Dahlan diperintahkan Kyai Soleh Darat segera ke Makkah untuk melanjutkan belajar.

6. Setiba di Makkah, keduanya yang cerdas menjadi murid kesayangan Imam Masjidil Haram, Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Tampaklah kecenderungan Hasyim yang sangat mencintai hadist, sementara Ahmad Dahlan tertarik bahasan pemikiran dan gerakan Islam.

7. Tentu riwayat jalan berilmu mereka panjang. Saya akan melompat pada kepulangan mereka ke tanah air dan gerakan yang dilakukan.

8. Hasyim Asy’ari pulang ke Jombang. Di sana kakek Cak Nun menantinya penuh rindu. Kakek Cak Nun yang ‘sakti’ inilah yang mampu menaklukkan kawasan rampok dan durjana bernama Tebuireng untuk didirikan pesantren.

9. Hasyim Asy’ari, dia mohon agar berkenan mulai mengajar di situ. Beliau membuka pengajian ‘Shahih al-Bukhari’ di sana.

10. Pahamlah kita, satu-satunya orang yang bisa bujuk Gus Dur keluar istana saat impeachment dulu ya Cak Nun. Ini soal nasab.

11. Saat disuruh mundur orang lain, Gus Dur biasanya jawab: “saya kok disuruh mundur, maju aja susah, harus dituntun!”. Tapi Cak Nun tidak menyuruhnya mundur. Kata beliau, “Gus, koen wis wayahe munggah pangkat!” Sudah saatnya naik jabatan!”.?.

12. KH. Romli Tamim yang juga di Jombang mendirikan pesantren di Rejoso, kelak jadi pusat Thariqoh Al Mu’tabarah yang disegani.

13. Kembali ke Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, catat ini: beliaulah orang yang menjadikan pengajian hadist penting dan terhormat. Sebelum Hadratusy Syaikh memulai ponpes Tebuireng-nya dengan kajian Shahih al-Bukhari, umumnya ponpes cuma ajarkan tarekat.

14. Tebuireng makin maju, santri berdatangan dari seluruh Nusantara. Hubungan baik terjalin dengan Kyai Hasbullah, Tambakberas. Putra Kyai Hasbullah, Abdul Wahab kelak jadi pendiri organisasi Islam terbesar yang dinisbatkannya pada Hadratusy Syaikh, yakni NU. Konon selama KH. Abdul Wahab Hasbullah dalam kandungan, ayahnya mengkhatamkan al-Qur’an 100 kali diperdengarkan pada si janin.

15. Tebuireng juga berhubungan baik dengan KH. Bisyri Syamsuri Denanyar. Abdul Wahid Hasyim menikahi putri beliau (ibu Gus Dur).

16. KH. Bisyri Syamsuri juga beriparan dengan KH. Abdul Wahab Hasbullah. Inilah segitiga pilar NU: Tambakberas – Tebuireng – Denanyar.

17. Satu waktu ada santri Hadratusy Syaikh melapor, dari Yogyakarta ada gerakan yang ingin memurnikan agama dan aktif beramal usaha. “O kuwi Mas Dahlan”, ujar Hadratusy Syaikh “Ayo padha disokong”!”. Itu Mas Dahlan, ayo kita dukung sepenuhnya.

18. KH. Ahmad Dahlan sang putra penghulu keraton itu amat bersyukur. Beliau kirimkan hadiah. Hubungan kedua keluarga makin akrab.

19. Sampai generasi ke-4, putra-putri Tebuireng yang kuliah di Yogyakarta selalu kos di keluarga KH. Ahmad Dahlan Kauman.

20. Sebagai bentuk dukungan pada perjuangan KH. Ahmad Dahlan, Hadratusy Syaikh menulis kitab ‘Munkarat Maulid Nabi wa Bida’uha’, bagi Hadratusy Syaikh, itu banyak bid’ah dan mafsadatnya.

21. Ketika akhirnya gesekan makin sering terjadi antara anggota Muhammadiyah vs kalangan pesantren, Hadratusy Syaikh turun tangan. “Kita & Muhammadiyah sama. Kita Taqlid Qauli (mengambil pendapat ‘ulama Salaf’), mereka Taqlid Manhaji (mengambil metode)”.

22. Tetapi dipelopori KH. Abdul Wahab Hasbullah, para murid menghendaki kalangan pesantren pun terorganisasi baik. NU berdiri. Direstui Hadratusy Syaikh, Abdul Wahab Hasbullah dan rekan berangkat ke Makkah menghadap raja Saudi sampaikan aspirasi Madzhab. Kepulangan mereka disambut Hadratusy Syaikh dengan syukur sekaligus meminta untuk terus bekerjasama dengan Muhammadiyah.

23. Atas prakarsa Hadratusy Syaikh, KH. Mas Mansur, Muhammadiyah, dan tokoh lain, terbentuklah Majlisul Islam A’la Indunisiya (MIAI).

24. Mengapa kisah Khalil dari Bangkalan dan murid-muridnya penting? Agar terjaga pikiran, lisan dan perkataan kita yang mengaku pewaris dakwah hari ini.

25. Yang tidak memahami sejarah, nasab keluarga dan sanad ilmu akan kesulitan memahami dan membawakan dakwah pada kalangan tertentu. [Rabithah Ma'ahid Islamiyah]

Keterangan: Ditulis oleh Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Fahmi Salim.

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/pada-mulanya-cikal-bakal-pendiri-nu-muhammadiyah-dan-masyumi-satu-sanad-ilmu.html

Wahabi yang Anak Emas Yahudi

DUTAISLAM.COM-Yahudi adalah bangsa Israel yangg sangat benci kepada Tuhan Nabi Muhammad SAW hanya kerana Nabi akhir zaman itu bukanlah lagi dari Bani israel. Mereka bangsa yang terlalu tebal asobiahnya, sehingga mereka sanggup bermusuh dengan Tuhan. Sebab itu mereka cetuskan Ajaran anti Tuhan- anti Islam, sekularisme dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Yahudi juga dikenali sebagai Zionis. Gerakan ini mula di susun rapi setelah Theodore Herl (pengasas organissasi yahudi internasional) menulis buku "Negara Yahudi" pada 1896.

Wahabi yang Anak Emas Yahudi
Wahabi yang Anak Emas Yahudi


Konsep Zionisme yang menganggap kaum yahudi adalah bangsa terpilih menjadi kuasa terunggul untuk memerintah dunia ini. Memerintah dunia ini dari bukit Zion atau sion di jarussalem sebagai pusat pemerintah yahudi. Disinilah terletaknya masjidil Aqsa yang telah wujud sejak zaman Nabi Ibrahim A.S ia adalah tapak bersejarah bagi semua agama samawi. Namun, kerana Yahudi dan Kristian menolak Nabi Muhammad SAW , MAKA Baitul Maqdis menjadi rebutan antara yahudi, kristian dan Islam. Baitul maqdis adalah kota ketiga terbesar umat Islam selepas Makkah Mukarramah dan Madinah Al-Munawarah.

Makkah Al-Mukarramah: 1) terdapat kaabah dan masjidil Haram,

2) Tanah kelahiran Rasulullah SAW

3) Tapak kenabian Muhammad SAW. Madinah Al-Munawarrah 1) Terdapat Masjid Nabawi.

2) Terdapat jasad Rasulullah SAW.

3) Terbina Daulah Islam pertama dimana Yahudi terhalau dari Haramain (Makkah dan Madinah). Baitul maqdis

1) terdapat masjidil Aqsa

2) Kiblat pertama umat islam sebelum diubah ke Masjidil haram

3) Negeri Isra dan miraj tempat perhentian terakhir sebelum Rasulullah SAW MIRAJ KE SIDRATUL MUNTAHA. Pada 639M dibawah pemerintahan khalifah Umar Al-Khattab, Gabenor Amru bin Ash berjaya menawan Baitul Maqdis dengan aman damai. Pada 1099M perang salib pertama, Baitul maqdis jatuh ketangan kristian. Pada tahun 1189M Salahuddin Al-Ayubi menawan semula Baitul Maqdis dari tangan Richard The Lion Heart. Maka sempurnalah tiga kota suci ini berada dalam khalifah Islamiyah hingga 1917M. Dendam Yahudi terhadap Nabi Muhammad SAW dan Islam semakin mendalam. Satu konpirasi dirancang begitu rapi untuk menentang kebangkitan Islam dari dalam. Yahudi mendirikan pusat Studi Islam untuk melatih ejen-ejen perisikan untuk menyusup ke dalam masyarakat islam. Tahun 1822 didirikan "Society Asiatic of Paris, di Paris". Tahun 1823 Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland didirikan di Inggeris; Tahun 1842 American Oriental Society, didirikan di Amerika; Tahun 1916 University Of london mendirikan School Of Oriental Studies sekarang menjadi SOAS (School of Oriental and African Studies). Ejen-ejen Orientalis itu dihantar ke negara-negara Islam dan untuk menyamar sebagai Ulama. Di antara TOKOH-TOKOH orientalis dari Yahudi dan Kristian yang menyusup ditengah-tengah umat islam adalah Mr. Hempher (Syaikh Muhammad Majmui) pada tahun 1710 dihantar oleh British ke Mesir, turki, iraq, hijjaz dan sekitarnya. Mr. Christiaan Snouck Hurgronye (Syaikh Abdul Ghaffar) 1857-1936) di Aceh dan Nusantara. Duncan Black MacDonald (1863-1943) dihantar ke Amerika dan menjadi rujukan cenderakawan Islam dari seluruh dunia. WAHABI DICIPTA YAHUDI WAHABI satu konspirasi menjatuhkan Islam dari dalam!! Apa itu WAHABI? Wahabi adalah satu fahaman yang diasaskan Oleh Muhammad Bin Abdul Wahab. Fahaman ini dinisbahkan atas nama bapaknya Abdul Wahab kepada WAHABI, Tidak kepada namanya sendiri kepada Muhammadi. ini kerana kesepakatan Ulama supaya Umat Islam tidak keliru dengan Fahaman yang dibawa Oleh Muhammad bin Abdul wahab dan Ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Muhammad bin Abdul Wahab adalah orang yang Lemah Ingatan dan Gagap. Ayah dan Abangnya sendiri menganggap beliau tidak siuman (tidak normal). Muhammad bin Abdul wahab sangat terpengaruh dengan ajaran Ibnu Taimiyah yang mengasaskan fahaman Mujasimmah. kemudian dia mengembara dan belajar di BASRAH. berguru dengan Syaikh Muhammad Al-Majmui Yaitu Mr. Hempher. Beliau adalah seorang yang pakar bahasa Arab, turki, parsi dan telah lama mempelajari islam. Mr. Hempher merasuh/merayu Muhammad bin Abdul Wahab dengan hadiah Mutaah 2 orang agen perempuan Yahudi yang menyamar sebagai muslimah. Maka dengan Mudah Yahudi mengatur untuk mengajar Muhammad Bin Abdul wahab tentang fahaman yang baru yang sesuai dengan rancangan yahudi. Dengan ajaran yang baru itu, Muhammad bin Abdul Wahab kembali ke kampungnya, Namun ditentang dan diusir oleh bapaknya seorang Ulama Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jamaah). Kerjasama Yahudi, Keluarga Al-Saud dan Golongan Wahabi membentuk kerajaan Arab Saudi. Selepas diusir oleh ayahnya, muhammad bin Abdul Wahab menyambung terus menyebarkan ajarannya itu ke seluruh Najd. Perjuangan yang disebarkan oleh muhammad bin Abdul Wahab itu dipantau oleh Mr. Henpher dan disokong oleh kerajaan British. Muhammad Bin Abdul Wahab membawa misi Yahudi kepada pemimpin-pemimpin Arab. Pada Tahun 1747 Muhammad Bin Abdul Wahab bertemu dengan Muhammad bin Sa'ud, dia adalah keturunan Yahudi. Maka bergabunglah Muhammad Bin Abdul Wahab dengan Muhammad bin Sa'ud untuk mengembangkan ajaran wahabi. Diantara ajaran wahabi ialah, Siapa yang tidak ikut wahabi di anggap SESAT, KAFIR, HALAL DARAH dan HARTANYA DIRAMPAS. Dengan fatwa Wahabi Ini, Maka orang-orang yang tidak ikut dengan Wahabi akan dibunuh dan hartanya dirampas. Kaum Wahabi melancarkan Perang didalam dan diluar wilayah Najd, seperti Yaman, Hijjaz, daerah sekitar Syria, dan Iraq. Mereka membantai 300 lelaki wilayah kota Al-Ahsa dan merampas harta milik mereka. Pasukan Muhammad Bin Sa'ud dan Muhammad Bin Abdul Wahab terus melakukan kekejaman keseluruh Arab. Siapa yang Taat kepada ajarannya Wajib berBai'at, bila melawan Wajib dibunuh dan harta miliknya dirampas. Diantara Umat Islam yang paling banyak dibunuh oleh pasukan ini adalah, Keturunan Rasulullah SAW. Namun ada diantara keturunan Rasulullah SAW yang sempat melarikan diri ke Malaysia dan Indonesia. Peninggalan Rasulullah SAW dimusnahkan supaya Umat Islam tidak lagi membesarkan Rasulullah SAW dan keturunannya. Pada Tahun 1793 Muhammad Bin Abdul Wahab meninggal dunia, Namun ajaran Wahabi semakin mengembang dengan sokongan keluarga Muhammad Bin Sa'ud dan British atau Yahudi. Dinasti As-Sa'ud dan golongan Wahabi terus meluaskan jajahannya hinga pada tahun 1912, berjaya menguasai seluruh Najd. Yahudi mencetuskan Revolusi Arab untuk menjatuhkan KekhalifahanUsmaniyyah Ketika pemimpin Kekhalifahan Usmaniyyah telah diserang oleh Penyakit Al-Wahan. Agenda Yahudi seturusnya ialah menghapuskan pemerintahan para syarif Makkah yang bertindak sebagai penjaga Haromain. Yahudi melantik satu Agen Yahudi untuk masuk kedalam bangsa Arab. Agen ini ialah ilmuan yang menguasai 6 bahasa Dunia, termasuklah bahasa Arab. Yahudi mencari siapakah Tokoh Bangsa Arab yang ambisius dan haus akan kekuasaan. Ditemukan tokoh bernama Sherif Hussin, wakil Kekhalifahan Usmaniyyah di haramain (Makkah dan Madinah). Yahudi berjaya menghasut dan menipu Sherif Hussain untuk membebaskan diri dari Kekhalifahan Usmaniyyah. Yahudi menaburkan semangat Nasionalisme untuk menentang Bangsa Turki dan memimpin Kekhalifahan Usmaniyyah. Hubungan antara Yahudi dan Sherif Husain sangat dekat, Bahkan menjadi kawan karip putranya yang bernama Amir Faisal. Amir Faisal berpaling tadah dan memihak kepada Britain (Inggris Raya), sejak dari itulah kerajaan Arab jadi Tali barut Britain. Atas nasihat Yahudi, Sherif Hussain mengirim surat rahasia, untuk memohon bantuan tentara British dengan menjanjikan Sherif Hussain sebagai Raja bagi seluruh wilayah Arab, maka mudahlah Yahudi mengatur keluarga ini untuk merancang wilayah-wilayah kekuasaan KeKhalifahan Usmani sesuai dengan perancangan Yahudi. Pada Tahun 1915 Britain (Inggris Raya) mula menduduki kawasan Iraq, akhirnya pada tahun 1917, Britain menduduki kawasan Palestina. Pada tahun 1918, tentera Britain menduduki pusat pemerintahan Turki Usmaniyyah, iaitu Istanbul. Perjanjian Faisal & Weizmann ditandatangani pada 3 januari 1919 dalam persidangan Paris. Weizmann adalah prasident Persatuan Zionis Dunia. Selepas perjanjian itu, Weizmann menjadi Prasident pertama di negara Israel. Iraq diserahkan kepada Amir Faisal, Jerussalem atau Palestina diserahkan kepada Kristian, Baitul Maqdis diserahkan kepada Yahudi. Pada Tahun 1922, setelah selesai perang dunia pertama, persidangan di adakan. Hasil persidangan adalah Sistem khilafah Islam dihapuskan. Kedua, Khalifah dibuang keluar negara. Ketiga, Harta Khalifah dirampas. Keempat, kerajaan Turki Baru ditetapkan atas dasar Sekuler dibawah pimpinan Mustafa Kamal. Wilayah-wilayah kekuasaan Turki usmaniyyah di ambil sebagai negara jajahan British, prancis dan itali. Yahudi Melantik Wahabi sebagai Penguasa Haromain Setelah kejatuhan Kekhalifahan Usmaniyyah, Negara-negara kecil seperti Kuwait, Yaman, dan lain-lain diserahkan kepada khabilah-khabilah yang dipilih oleh yahudi. Negara-negara kecil itu, semua tertakluk kepada jajahan British, Prancis dan Itali. Janjinya kepada Sherif Hussain untuk mengangkatnya sebagai penguasa seluruh Arab hanyalah janji Kosong. Sherif Hussain hanya mendapat kerajaan Yordania yang kecil dan miskin. inilah Balasan bagi pengkhianat Islam. Pada Tahun 1925 keluarga As-Sa'ud berjaya menawan Kota Suci Makkah daripada Sherif Hussain. Pada 10 Januari 1926 Abdul Aziz As-Sa'ud ditetapkan menjadi Raja Hijjaz di Masjidil Haram, Makkah. Pada tahun 1932 setelah menguasai sebahagian besar semenanjung Arab, Ibnu Sa'ud menamakan tanah gabunggan hijjaz dan Najd sebagai Arab Saudi. Abdul Aziz ibnu Sa'ud kemudian menetapkan dirinya sebagai Raja Arab Saudi dengan sokongan Pihak British (Inggris). Paham Wahabi ditetapkan menjadi paham Resmi dalam Agama (yg mereka sebut Islam) di Arab Saudi dan dikembangkan ke seluruh dunia. faktanya banyak sekali pertentangan antara paham wahabi dengan ajaran-ajaran Islam yang sesungguhnya. Mengapa Yahudi Mencipta Wahabi? 1) Yahudi sangat memahami, bahwa kekuatan umat Islam adalah pada kekuatan Ruhnya, yakni Ruh yang sangat kenal (ma'rifat) Cinta dan Takut kepada Allah SWT, oleh karena itu Umat islam harus dipisahkan dari Allah.

2) Yahudi sangat memahami, bahwa kehebatan Umat Islam karena mampu menghubungkan kekuatan Ruh dan kehidupan Lahiriyah. Ruh berhubungan dengan Aqidah dan akhlak yg diajarkan dalam Tasawuf. dan Urusan Lahiriyah mencakup perbuatan yg berkenaan dengan ibadah badaniyyan. Maka kedua urusan tersebut harus dihancurkan dengan menyebarkan ajaran-ajaran yg menyimpang dengan Al-Quran Dan Hadits. namun mereka berupaya membuat ajaran tersebut mirip dengan ajaran alquran dan hadits Supaya banyak umat Islam yg tertipu dengan ajaran tersebut. 3) Yahudi sangat memahami, Bahwa Kunci Kemenangan Umat Islam adalah karena Adanya Bantuan Ghaib dari Allah SWT, maka Yahudi menghapuskan keyakinan Umat Islam kepada Perkara Ghaib Itu. Ulama Sufi dan Tarikat yang mempunyai karamah dikatakan SESAT dan SYIRIK.

supaya umat Islam Membencinya dan Meninggalkannya. 4) Yahudi tahu, bahwa kekuatan Islam adalah berasal dari kecintaan Umat kepada Rasulullah SAW, Ahlul Bait, dan Para Sahabat Baginda SAW. Maka segala peninggalan atau amalan yang dapat meyuburkan kecintaan itu diMUSNAHkan dengan alasan Bid'ah, khurafat, dan Syirik serta lain-lain alasan yang diada-adakan. seperti halnya menuduh Perayaan Maulid sebagai Bid'ah yg menyesatkan. 5) Yahudi sangat memahami bahwa Selemah-lemah Umat Islam adalah Mereka sangat fanatik dan taqlid kepada ajaran agama yang diajarkan para Ulama. Oleh karena itu, Ulama baru dan Islam gaya baru haruslah diciptakan yang sesuai dengan Agenda Yahudi itu, yakni untuk menipu dan menghancurkan umat islam dari dalam.

6) Untuk menguasai Kota Suci Umat Islam Haromain (Makkah dan Madinah), Yahudi tidak dapat menghancurkannya seperti tempat-tempat yang lain karena ditakutkan Umat Islam sedunia akan bangkit dan menentang Yahudi. Kejahatan Wahabi 1) membuat Fatwa setiap yang Bida'ah itu sesat dan yang sesat itu neraka. 2) membuat Fatwa Umat Islam yang tidak ikut ajarannya itu sesat, Halal Darahnya (harus dibunuh) dan Hartanya boleh dirampas. 3) Membunuh Keturunan Rasulullah SAW. 4) Menghukumkan Sesat kepada keturunan Rasulullah SAW dan Para sahabat yang Mulia. 5) Menganggap Alam Ruh Itu tidak ada. 6) Menolak adanya Alam Lahir dan Alam Ruh. 7) Memusnahkan peninggalan Rasulullah SAW. 8) Dalam mempelajari Ilmu Usuluddin atau Tauhid, harus menganut ajaran Ibnu Taimiyyah, yang menganggap Tuhan Itu berjisim (berbentuk) seperti makhluk atau mujassimah. 9) Didalam Fiqh dibenarkan mencampurkan adukkan mazhab dalam satu perkara. sehingga amalan tersebut tidak sah menurut semua mazhab. 10) Mengambil Sumber Al-Quran dan Hadith tanpa ijma' Ulama dan Qiyas. yakni mengambil makna zhahir dan makna terjemahan saja, yang rentan terjadinya kesalahpahaman. 11) Melarang keras Umat Islam berdoa dengan tawassul (perantaraan). Supaya doa banyak yang mardud atau tertolak. 12) Melarang menziarahi Kubur sekalipun Makam Nabi muhammad SAW. supaya umat islam lupa kepada kematian dan alam akhirat. sehingga umat islam lalai dan tetap dalam kemaksiatan. 13) menghancurkan bangunan atas tempat lahir Nabi SAW. supaya mereka lupa kepada ajaran-ajaran Nabi SAW. 14) Melarang memuji-muji Nabi seperti baca Qasidah, berzanji, Burdah, tahlil, dan sebagainya. Supaya tidak tumbuh rasa cinta kepada Rasulullah SAW. 15) Melarang Umat Islam merayakan dan memperingati Maulidur Rasul, Israk Mi'raj, dan semua perayaan hari kerayaan Islam yang lain. 16) Melarang belajar Sifat 20 dan menuduh sesat ajaran Asy'ari yaitu fahaman Kaum Ahlus sunnah Wal Jamaah. supaya umat islam terjatuh dalam ajaran ibnu taimiyah yang menyesatkan itu. 17) Melarang Amalan Tarikat, Umpamanya Tarikat Naqsabandiyyah, Syazali, Muhammadiah dan lain-lain tarikat. Supaya tidak ada ajaran yg menuntun agar hati umat islam menjadi bersih dari sifat-sifat yg diharamkan. 18) Mengundang Amerika untuk mengeksplorasi kekayaan minyak di timur tengah untuk kejayaan mereka. 19) Berkomplot dengan Amerika membina pengkalan tentera di Arab Saudi, supaya tidak ada yang mengganggu kekuasaan mereka. 20) Meminta bantuan tentara sekutu dalam perang, untuk menghancurkan Saddam Hussain, supaya kekayaan minyak tetap berada dalam genggaman mereka. 21) Mencetuskan Gerakkan Teroris seperti Al-Qaeda, dan lain-lain. Untuk memburukkan citra Islam. 22) Mengubah Arab menjadi Negara Yahudi, dan Haromain menjadi Kota Yahudi, dan lain-lain kejahatan yang merupakan konfirasi Yahudi seperti Punk, Skin Head, Black Metal, Chikano dan lain-lainnya. yakni Untuk menghapuskan keyakinan dan cinta Umat Islam kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. supaya umat islam mengikut cara hidup yahudi dan meninggalkan Tuhan Nabi Muhammad SAW. Jelaslah bahawa tujuan Wahabi adalah untuk meninggalkan Allah SWT dan Rasulullah SAW dan mengikuti Yahudi. Wahabi adalah buatan Yahudi. Siapakah yang akan memerangi Wahabi? Wahai Umat Islam seluruh Dunia, Setelah kita tahu Rahasia ini, Marilah kita perangi Wahabi dan Yahudi dengan Langkah-langkah Ini. 1) Jangan terpengaruh dengan Ajaran wahabi, jaga diri dan keluarga Anda dari aliran Ini. 2) Berpegang teguhlah kepada Ahlus Sunnah Wal Jamaah, yaitu Aqidah yang diajarkan Imam Abu Hassan Al-Asy'ari dan Imam Abu Mansur Al-Muntaridi. 3) Kuatkan Hubungan dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW, Kuatkan Hablum minal lah dan Hablum minal Nas (Hubungan Dengan Allah dan dengan sesama manusia). 4) Ber-fiqih dengan salah satu mazhab yang 4, Yaitu Syafi'i, Maliki, Hanbali dan Hanafi. jangan dicampur-campur. 5) Lawanlah Hawa Nafsu Buang segala Sifat Jahat dalam Diri Kita dengan berTasawuf berpandukan Imam Al-Ghazali. 6) Amalkan wirid dan zikir secara berdisiplin dan istiqamah atau amalkan Tarikat yang ada Guru Mursyid. 7) Jangan Mudah terpancing tawaran manis wahabi. 8) jangan sekali-kali terlibat dengan gerakkan militan. 9) Banyaklah bertaubat atas dosa-dosa sendiri dan dosa Umat Islam. 10) Berdoalah kepada Allah SWT supaya Allah SWT segera memberi pemimpin yang membawa kebenaran untuk menentang Wahabi dan menghapuskan ajaran ini.

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/12/wahabi-yang-anak-emas-yahudi.html

Santri yang Menggendong Nabi Khidzir Itu Adalah Hasyim Asyari

Rabithah Ma'ahid Islamiyah - Hujan turun dengan begitu deras di Kabupaten Bangkalan saat itu, khususnya di Demangan, pondok pesantren asuhan Syaikhona Kholil al-Bangkalani. Meski hujan mengguyur dengan derasnya, ada saja orang yang bertamu kepada beliau.

Santri yang Menggendong Nabi Khidzir Itu Adalah Hasyim Asyari
Santri yang Menggendong Nabi Khidzir Itu Adalah Hasyim Asyari


Terlihat di antara rerintik hujan yang semakin deras, seorang tua lumpuh dengan susah payah hendak berkunjung menemui Syaikhona Kholil. Syaikhona segera tanggap, beliau lalu memerintahkan santrinya untuk menyusul.

“Adakah di antara kalian yang mau menggendong dan membawa tamuku di luar sana itu?”

“Biar saya saja, Yai,” jawab seorang santri muda mendahului teman-temannya.

Santri muda itu bergegas meloncat menembus rerintik hujan yang semakin deras, menghampiri orang tua itu. Tanpa pikir panjang, ia menggendongnya untuk menemui Syaikhona Kholil.

Dengan sangat akrab, Syaikhona Kholil menyambut tamunya, dan di antara keduanya terjadi dialog empat mata. Tidak beberapa lama, rupanya percakapan mereka telah usai. Syaikhona Kholil mendatangi santri-santrinya untuk meminta bantuan lagi, “Siapakah di antara kalian yang mau membantu orang tua ini untuk kembali pulang?”

“Biar saya Yai,” sahut santri yang tadi menggendong orang tua tersebut. lalu santri muda itu dengan penuh rasa takzim menggendongnya keluar pondok pesantren dengan hati-hati sesuai perintah Syaikhona Kholil.

Setelah santri dan tamu tua itu keluar dari kawasan pesantren, Syaikhona Kholil berkata kepada santri-santrinya yang lain, “Santri-santriku, saksikanlah bahwa ilmuku telah dibawa santri itu.”

Dan ternyata yang digendong oleh santri tersebut adalah Nabiyullah Khidir ‘alahis salam yang bersilaturahmi kepada Syaikhona Kholil dan santri yang menggendongnya adalah Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari muda (Pediri Nahdlatul Ulama), yang kemudian mewarisi keilmuan Syaikhona Kholil al-Bangkalani. [Rabithah Ma'ahid Islamiyah]

Keterangan: Cerita di atas disadur dari buku "Ngopi di Pesantren, Renungan dan Kisah Inspiratif Kiai dan Santri", diterbitkan oleh "TeTES Publishing", Balongjeruk, Kunjar, Kediri, Jawa Timur. Tt @zawiyyahaswaja

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/santri-yang-menggendong-nabi-khidzir-itu-adalah-hasyim-asyari.html

Menjaga Agar Rumah Bersama Indonesia Tidak Dibajak Intoleransi

Rabithah Ma'ahid Islamiyah - Di awal tahun baru ini, ijinkan saya menulis sebuah refleksi singkat mengenai "rumah" yang bernama "Indonesia". Saya tegaskan sekali lagi, Indonesia itu adalah "rumah bersama". Sejak awal, penghuni rumah ini sudah warna-warni, baik dari sisi etnis maupun agama. Sejak awal pula, bukan hanya kaum Muslim saja yang berkeringat memperjuangkan dan mempertaruhkan harta-jiwa-raga demi rumah Indonesia ini. Berbagai macam agama, ras, dan etnis turut memberi kontribusi bagi pendirian rumah ini.

Menjaga Agar Rumah Bersama Indonesia Tidak Dibajak Intoleransi
Menjaga Agar Rumah Bersama Indonesia Tidak Dibajak Intoleransi


Penegasan ini penting saya lakukan untuk mengingatkan kita semua karena belakangan ini, lantaran didorong oleh kepentingan dan motivasi politik-ekonomi-ideologi tertentu, sejumlah tokoh, ormas/lembaga, dan kelompok agama, khususnya Islam, berusaha mengklaim dan membajak "rumah" ini dengan mengatakan bahwa kaum Muslim-lah yang memperjuangkan dan membangun Indonesia ini dan karena itu wajib atau harus "dinomorsatukan". Tanpa deklarasi kewajiban menomorsatukan umat Islam-pun sebetulnya kaum Muslim sudah dinomorsatukan selama ini.

Bacalah (kembali) secara pelan-pelan sejarah rumah Indonesia tercinta ini. Para tokoh bangsa yang terlibat persiapan kemerdekaan negara ini bukan hanya tokoh-tokoh Muslim seperti Bung Karno, Hatta, Natsir, Sjajrir, Yamin, Agus Salim, Kiai Wahid Hasyim, Kiai Abdul Wahab Chasbulah, dlsb. Tetapi juga para tokoh non-Muslim seperti Johannes Leimena, A.A. Maramis, Johannes Latuharhary, I Gusti Ketut Puja, dlsb. Pula, bukan hanya tokoh berdarah Arab seperti Abdurrahman Baswedan atau Hamid Algadri saja yang memperjuangkan kemerdekaan tetapi juga para tokoh Tionghoa seperti Oey Tiang Tjoe, Oey Tjong Hauw, atau Laksamana John Lie Tjeng Tjoan.

Ingat juga bahwa para pahlawan bangsa yang mengobarkan semangat perang, perjuangan, dan perlawanan terhadap Belanda bukan hanya para tokoh Muslim saja tetapi juga non-Muslim. Bukan hanya tokoh-tokoh Muslim saja yang ditangkap, disel, atau dibuang oleh Belanda tetapi juga non-Muslim. Simaklah sejarah heroik Ignatius Joseph Kasimo, I Gusti Ketut Jelantik, Martha Christina Tiahahu, I Gusti Ngurah Rai, Agustinus Adisucipto, Arie Frederik Lasut, Bernard Lapian, Herman Johannes, dan masih banyak lagi.

Para tokoh Muslim dan non-Muslim dari berbagai suku dan daerah bahu-membahu memperjuangkan negara kita tercinta, baik dengan cara perlawanan bersenjata maupun politik diplomasi. Tanpa mereka semua, Indonesia tak pernah ada. Oleh karena itu sungguh tidak pantas dan menyakitkan jika ada sebagian dari para tokoh agama dewasa ini yang mengklaim Indonesia adalah "produk umat Islam" saja.

Karena rumah Indonesia ini dibangun oleh dan hasil jerih payah dari berbagai tokoh agama dan etnis, maka sudah seharusnyalah jika mereka semua mendapatkan hak-hak politik-ekonomi-budaya dan kewajiban yang sama sebagai sesama keluarga dan penghuni rumah Indonesia ini. Mari kita jaga dan rawat Indonesia sebagai "rumah bersama". Jangan sampai rumah indah ini "dibajak" oleh orang-orang dan kelompok arogan, intoleran, dan tidak bertanggung jawab. Kasihan anak-cucu kita kelak di kemudian hari. [Rabithah Ma'ahid Islamiyah]

Dari : http://www.dutaislam.com/2017/01/menjaga-indonesia-sebagai-rumah-bersama-indonesia-tidak-dibajak.html

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rabithah Ma'ahid Islamiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rabithah Ma'ahid Islamiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock