Bintan, Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Dalam suasana hari kemerdekaan Indonesia, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bintan, Kepulauan Riau, mengajak seluruh kader dan rakyat Indonesia untuk senantiasa mengapresiasi dan mengingat jerih payah para pejuang yang telah berkorban bagi bangsa ini.
Ketua GP Ansor Bintan Zaenal Arifin mengatakan, kita telah merasakan kemerdekaan yang tidak dirasakan para pahlawan maka menjadi kewajiban kita untuk selalu mengenang dan mendoakan.
| Tolak Hormat Bendera? Kita Hidup di Atas Jenazah Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Tolak Hormat Bendera? Kita Hidup di Atas Jenazah Pahlawan
Kita hidup di atas mayat-mayat para pahlawan, jangan sampai kita melupakan sejarah perjuangan mereka, sehingga enggan untuk mengenang, katanya sembari menyayangkan ada sebagian kelompok yang tidak mau hormat pada bendera merah putih.GP Ansor Bintan memperingati hari kemerdekaan ke-70, Senin (17/8), dengan menggelar upacara bersama santri Pondok Pesantren Mambaus Sholihin Bintan, di Bintan.
Rabithah Ma'ahid Islamiyah
Pimpinan Pesantren Mambaus Sholihin Bintan Ahmad Nukhan saat menjadi pembina upacara mengatakan, kemerdekaan merupakan nikmat yang harus disyukuri. Berkat rahmat Allah, bangsa Indonesia bisa menaikkan bendera sebagai tanda kemerdekaan.Rabithah Ma'ahid Islamiyah
Sebagai generasi marilah kita isi kemerdekaan dengan semangat belajar, kebodohan harus di hilangkan, tuturnya. Upacara bendera diakhiri dengan pembacaan fatihah dan doa. (Abdul Majid/Mahbib)Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61680/tolak-hormat-bendera-kita-hidup-di-atas-jenazah-pahlawan
Rabithah Ma'ahid Islamiyah
