Rabu, 18 Februari 2009

Perlu ada Rumusan Strategis Islam Nusantara

Jombang, Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Tema Islam Nusantara, yang diusung oleh Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-33 di Jombang, memang telah menjadi isu utama dalam kajian Islam di Indonesia. Akan tetapi, banyak warga Muslim di negeri ini, yang masih belum memahami Islam Nusantara. Untuk itu, perlu ada kajian mendalam tentang konsep Islam Nusantara sekaligus rumusan strategis untuk menindaklanjuti konsep ini.

Demikian kesimpulan yang dihasilkan dalam bedah buku Islam Nusantara: Dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan, di Universitas Hasyim Asyarie, Selasa (4/8).

Perlu ada Rumusan Strategis Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlu ada Rumusan Strategis Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)


Perlu ada Rumusan Strategis Islam Nusantara

Hadir bedah buku ini, yakni Akhmad Sahal (Wakil Ketua PCI NU Amerika Serikat), Candra Malik (Budayawan), Yenny Wahid (Direktur The Wahid Institute), dan Keen Miichi (Associate Professor Iwate University, Jepang). Buku ini diedit oleh Akhmad Sahal (Wakil Ketua PCI NU Amerika Serikat) dan Munawir Aziz (Peneliti Muda). Dalam buku ini, memuat beberapa tulisan para tokoh lintas organisasi, terutama NU dan Muhammadiyah: KH. Abdurrahman Wahid, KH. Sahal Mahfudh, KH. Musthofa Bisri, KH. Said Aqil Siroj, serta Prof. Amin Abdullah, Prof. Dr. Azyumardi Azra, dan Prof. Dr. Din Syamsuddin. Selain beberapa nama itu, ada beberapa peneliti muda yang mengusung tema Islam Nusantara dalam riset-riset mutakhirnya.

Akhmad Sahal mengungkapkan bahwa Islam Nusantara itu tidak hanya milik salah satu organiasasi masyarakat saja. Islam Nusantara sejatinya tidak hanya milik Nahdlatul Ulama, akan tetapi juga milik Muhammadiyah. Tentu saja, ini menjadi penting karena karakter utama dalam kesamaan visi tentang kebangsaan, kedua ormas ini memiliki kesamaan. Jika dirunut, Gus Dur menjadi milestone dalam memberikan perspektif utama Islam Nusantara,terang Sahal.

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Editor buku, Munawir Aziz, menegaskan bahwa konsep Islam Nusantara perlu dikawal agar menjadi gerakan yang memberikan pemahaman moderat, toleran dan keadilan dalam memahami Islam.

Perlu ada komitmen PBNU ke depan, untuk mengusung Islam Nusantara, sekaligus merancangkan rel eksekusi yang kongkret. Ini juga penting, karena sejalan dengan momentum satu abad Nahdlatul Ulama. Selain itu, NU dan Muhammadiyah juga perlu kerjasama untuk meneguhkan Islam Nusantara yang bernafas konsep Islam berkemajuan. Keduanya tidak untuk dipertentangkan, akan tetapi menyatukan umat. Perlu ada rumusan strategis tentang Islam Nusantara,terang Munawir ketika dimintai keterangan oleh wartawan.

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Budayawan Candra Malik, menegaskan bahwa Islam Nusantara itu asyik, yang memberikan pandangan lentur dalam beragama. Islam Nusantara menjadi penting untuk dipahami oleh sebanyak mungkin warga, karena akan menjadikan kita santun, ramah dan damai. Islam Nusantara itu member ruang bagi tradisi dan seni, terang Candra Malik. Red: Mukafi Niam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/61447/perlu-ada-rumusan-strategis-islam-nusantara

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rabithah Ma'ahid Islamiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rabithah Ma'ahid Islamiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock