Jumat, 07 Agustus 2009

Hadirilah, Diskusi Lesbumi soal Kekerasan Budaya 1965 Senin!

Jakarta, Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Pengurus Pusat Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) mengundang masyarakat secara umum untuk menghadiri diskusi publik bertajuk Menguak Kabut Sejarah Kelam Tentang Skenario Kekerasan Sosial Budaya di Balik Konflik 1965, Senin (5/10) besok, pukul 14.00 WIB.

Forum yang bakal berlangsung di Gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 165, Jakarta Pusat, ini menghadirkan narasumber, antara lain penulis buku Wijaya Herlambang dan ketua PP Lesbumi K Ng H. Agus Sunyoto.

Hadirilah, Diskusi Lesbumi soal Kekerasan Budaya 1965 Senin! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadirilah, Diskusi Lesbumi soal Kekerasan Budaya 1965 Senin! (Sumber Gambar : Nu Online)


Hadirilah, Diskusi Lesbumi soal Kekerasan Budaya 1965 Senin!

Ketua panitia M Dinaldo menjelaskan, Wijaya Herlambang sengaja didatangkan karena telah menawarkan perspektif menarik dalam buku karyanya berjudul Kekerasan Budaya Pasca 1965: Bagaimana Orde Baru Melegitimasi Anti-Komunisme Melalui Sastra dan Film.

Menurut Dinal, Wijaya Herlambang berpendapat bahwa kekerasan fisik bisa mendapatkan pembenaran selama ada kekerasan budaya mengikutinya. Ia menggunakan teori kekerasan struktural Johan Galtung untuk menjabarkan bahwa kekerasan adalah satu kesatuan yang terdiri dari 3 poin, yakni kekerasan langsung (fisik), kekerasan struktural, dan kekerasan kultural (budaya), tuturnya.

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Dari model pemikiran Galtung itu, lanjut Dinaldo, Herlambang lantas mengurai sejarah kelam negeri ini, yakni kenapa bisa terjadi pembunuhan massal manusia Indonesia yang menganut paham komunisme atau tertuduh komunis pada tahun 1965-1966, dan kenapa sampai sekarang seolah masyarakat Indonesia membenarkan terjadinya pembunuhan massal tersebut.

Dalam buku ini, Wijaya Herlambang, menguak agen-agen kebudayaan yang di ciptakan pemerintah Orde Baru. Misalnya, klaim kebenaran dalam Film dan novel pengkhianatan G30S PKI merupakan dokumen sosial yang dianggap kebenaran faktual dengan dalih sebuah upaya kreatif, paparnya.

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Diskusi yang terbuka untuk umum ini juga menyambut momen masih ramainya perbincangan seputar Komunisme dan kekerasan tiap di penghujung September dan awal-awal Oktober. (Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62586/hadirilah-diskusi-lesbumi-soal-kekerasan-budaya-1965-senin

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rabithah Ma'ahid Islamiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rabithah Ma'ahid Islamiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock