Rabu, 07 Oktober 2009

Berharap Ridho Ilahi, Banser Ini Komitmen Bantu Berdirinya Pesantren

Batam, Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Pria bertubuh sedang itu bernama Joko Suyoto. Ia alumnus Kursus Banser Pimpinan II PP GP Ansor. Berharap ridho Ilahi, Joko yang dilahirkan di Dumai, Riau, 10 September 1979 itu, berkomitmen dan aktif membantu mendirikan satu pesantren di Kota Batam, Kepulauan Riau.

Pesantren Raudlatul Quran Batam berdiri pada 2001 merupakan embrio Pesantren Raudlatul Quran Jember, Jawa Timur yang berdiri 1997, kata Joko, di Batam, Selasa (6/12).

Berharap Ridho Ilahi, Banser Ini Komitmen Bantu Berdirinya Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Berharap Ridho Ilahi, Banser Ini Komitmen Bantu Berdirinya Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)


Berharap Ridho Ilahi, Banser Ini Komitmen Bantu Berdirinya Pesantren

Pesantren Rudlatul Quran Batam pertama kali menempati rumah sewa sebanyak tiga rumah untuk menampung santri putra, putri dan pengasuh beserta ustadz pengajar.

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Seiring berjalan waktu, tepatnya pada 2002, pesantren itu mendapat lahan baru dari Gubernur Kepulauan Riau di era H Ismeth Abdullah untuk pendirian pesantren yang lebih baik.

Namun karena kesulitan yang dihadapi Pesantren Raudlatul Quran pada tahun sama, 2002, menjadi Yayasan Pondok Pesantren Raudlatul Quran, ujar anak keempat dari sembilan bersaudara itu.

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Untuk menopang keberlangsungan pesantren sendiri, kata Joko yang mengabdi di Pesantren Raudlatul Quran sejak 2001 menambahkan, maka didirikanlah lembaga pendidikan.

Alhamdulillah saat ini sudah ada Roudlotul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Insyaallah tahun ini membuka Madrasah Aliyah, ujar Joko lagi.

Berdirinya Madrasah Aliyah merupakan tuntutan masyarakat. Maka Ustadzah Munawaroh Al Hafidz alumni Pesantren Nahdotus Subban Sayung, Semarang, Jawa Tengah selaku pengasuh sekaligus ketua yayasan mengikhlaskan ruang pengasuh dan santri mukim untuk dijadikan lokal Madrasah Aliyah dengan konsekuensi pindah di tempat baru.

Walau santri kalong, Joko dipercaya untuk mendirikan pesantren dengan hanya bermodalkan lahan yang ada. Dengan kerja keras dan kerjasama, saat ini pesantren sedang dalam pembangunan walau masih terseok-seok karena minim dana.

Saya senang bisa memuliakan pengasuh dengan jalan meringankan bebannya, mulai dari mengurusi pengasuh, membantu memasak, mencuci pakaian dan mengurus putra-putra pengasuh termasuk santri. Dengan niatan semoga Allah ridho sebagaimana ridhonya pengasuh, kata Joko yang memiliki motto mengabdikan hidup untuk ulama dan negeri itu. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/73537/berharap-ridho-ilahi-banser-ini-komitmen-bantu-berdirinya-pesantren

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rabithah Ma'ahid Islamiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rabithah Ma'ahid Islamiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock