Sabtu, 23 Januari 2016

Dua Desa, Satu Ranting NU, Satu Gedung

Tasikmalaya, Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Dua Desa, Sukarapih dan Wargakerta bergabung membentuk satu Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU). Ranting ini memiliki gedung lumayan mewah seluas 45x14 m dengan tinggi 9 m.

Di depan gedung tersebut, terdapat bangunan dua lantai seluas 7x11 m, sebagai sekretariat NU dan banom-banomnya.

Dua Desa, Satu Ranting NU, Satu Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Desa, Satu Ranting NU, Satu Gedung (Sumber Gambar : Nu Online)


Dua Desa, Satu Ranting NU, Satu Gedung

Menurut Ketua Ranting NU dua desa tersebut, Edeng Zainal Abidin, pada mulanya Sukarapih-Warga Kerta satu desa dengan nama Cimerah. Tahun 1990-an dimekarkan jadi dua. Meski sudah terpisah secara administratif, warga masih merasa tetap menyatu.

Untuk mengeratkan kedua desa, dibangun gedung di area 910 m persegi. Di belakang gedung tersebut terdapat lapangan sepak bola sebagai sarana olah raga dan shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Tanah tersebut dibeli Nahdliyin dan Nahdliyat secara gotong royong dan tidak mengikat, serta sumbangan-sumbangan tidak mengikat.

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

75 % pembangunan gedung dikerjakan suka rela karena warga Nahdliyin banyak berprofesi sebagai tukang. Ada tukang tembok, tukang kayu, ujar Edeng ketika ditemui di Tasikmalaya, akhir pekan lalu.

Ranting NU-nya pun, Edeng yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Tasikmalaya ini, masih tetap dinamakan Ranting Cimerah.

Gedung tersebut digunakan kegiatan-kegiatan NU seperti muslimatan sebulan sekali yang dihadiri ratusan orang dan juga lailatul ijtima. Selain itu, kadang digunakan bulu tangkis dan pencak silat anak-anak muda NU.

Sebagai lambang tetap menyatunya dua desa, gedung tersebut dinamakan Gedung Kebersamaan Muslimin. Penamaan itu diusulkan KH Ii Abdul Basith, salah seorang pengasuh Pesantren Sukahideng dengan santri sekitar 1600 orang.

Kiai Ii, adalah Rais Syuriyah NU Ranting Cimerah, pernah jadi Wakil Rais Syuriyah NU Kabupaten Tasikmalaya, dan sekarang Ketua MUI Kabupaten Tasikmalaya, jelas Edeng.

Lebih jauh, Edeng menjelaskan, Kiai Ii adalah putra KH Zaenal Muhsin, Rais Syuriyah NU Kabupaten Tasikmlaya dari akhir tahun 80 hingga akhir 90-an. KH Zaenal Muhsin adalah keponakan Pahlawan Nasional KH Zaenal Musthafa, Wakil Syuriyah NU Tasikmalaya tahun 1930-an.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis : Abdullah Alawi

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41109/dua-desa-satu-ranting-nu-satu-gedung

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rabithah Ma'ahid Islamiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rabithah Ma'ahid Islamiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock