Jumat, 05 Agustus 2016

Warga NU Diminta Tunggu Ikhbar PBNU

Jakarta, Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Khususnya bagi kalangan nahdliyyin (sebutan untuk warga NU), diminta agar menunggu pengumuman (ikhbar) resmi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tentang penentuan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1427 Hijriyah.

Diharapkan kepada seluruh warga nahdliyyin di Indonesia untuk menunggu ikhbar dari PBNU. Besok (malam ini, red) setelah dilakukan rukyat (observasi/melihat bulan) dan sidang istbat (penentuan), akan kita umumkan kapan waktunya (1 Syawal, red), tegas KH Ghazalie Masroerie, Ketua Umum Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) kepada Rabithah Ma'ahid Islamiyah di Jakarta, Sabtu (21/10) kemarin.

Kiai Ghazalie, demikian panggilan akrab KH Ghazalie Masroerie, menyatakan hal itu menyusul kebingungan dari masyarakat termasuk kalangan nahdliyyin perihal waktu tepat datangnya hari besar umat Islam itu.

Di kalangan NU sendiri juga terjadi perbedaan pandangan. Sebelumnya, Pengurus Wilayah (PW) NU Jawa Timur memperkirakan Idul Fitri 1427 H jatuh pada Senin, 23 Oktober. Pandangan tersebut muncul atas dasar perhitungan bahwa hilal (bulan) mungkin bisa dilihat karena telah berada di atas dua derajat.

Warga NU Diminta Tunggu Ikhbar PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Diminta Tunggu Ikhbar PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)


Warga NU Diminta Tunggu Ikhbar PBNU

Sebagai wacana sih boleh saja. Tapi, sebagai sebuah keputusan, harus ada penyerasian dulu dengan PBNU, ungkap Kiai Ghozali menanggapi pandangan PWNU Jatim yang berlawanan dengan sikap PBNU tersebut.

Sementara itu, Muhammadiyah, melalui metode hisab(perhitungan astronomi)-nya, jauh hari telah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Senin, 23 Oktober. Sedangkan, pemerintah, dalam hal ini Menteri Agama akan melakukan sidang istbat pada sore (Minggu, 22 Oktober) ini.

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Sidang istbat itu untuk menentukan kapan hari raya-nya dan tidak mesti pemerintah langsung menetapkan bahwa 1 Syawal jatuh pada besok harinya (Senin, 23 Oktober). Menteri Agama tidak bisa langsung begitu saja memutuskan. Jadi, hasil rukyat dari masing-masing ormas Islam dikumpulkan, ditawarkan bagaimana keputusannya, baru kemudian diputuskan kapan pastinya, tanggal 23 atau 24, terang Kiai Ghazalie.

Kiai Ghazalie pun menjelaskan bagaimana jika pada akhirnya nanti terjadi perbedaan antara keputusan pemerintah dengan sikap resmi PBNU. Menurutnya, sikap NU bisa jadi antara sependapat atau menolak hasil istbat dari pemerintah. Kalau prosesnya (rukyat, hisab, istikmal atau istbat, Red) sesuai ajaran Rosul, kita akan menerima. Tapi kalau nggak sesuai, ya kita akan menolak, ujarnya.

Oleh karenanya, imbuh Kiai Ghazalie, PBNU nantinya (Ahad petang, 22 Oktober) juga akan melakukan sidang istbat, seperti halnya pemerintah. Setelah dicapai keputusan final, maka selanjutnya PBNU akan mengumumkan hasilnya. Diharapkan warga NU lebih mengikuti hasil istbat PBNU, tandasnya. (rif)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/5452/warga-nu-diminta-tunggu-ikhbar-pbnu

Rabithah Ma'ahid Islamiyah

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Rabithah Ma'ahid Islamiyah sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Rabithah Ma'ahid Islamiyah. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Rabithah Ma'ahid Islamiyah dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock